This Time I Should’ve Let You Go

I Should’ve Let You Go

Jejalanan yang dulu basah, kini telah mengering. Menyisakan kenangan demi kenangan di antara dedaunan yang gugur. Kata-kata berjatuhan menjadi genang yang dingin dikenang.

Di kota ini, dulu sekali hidup begitu banyak harap yang menderas setiap hari. Sampai suatu waktu, harapan itu ranggas dan lupa caranya kembali membasahi dada ini.

Di sanalah, aku belajar menjadi tabah meski badai terus berkecamuk; berusaha menyapu segala bahagia. Meski rindu terus menikam bertubi-tubi.

Mungkin begini cara cinta mendefinisikan dirinya–pada hujan yang terus membasahi. Hingga seperti kata pada permulaan; segalanya telah mengering dan tiada lagi namamu untuk disematkan di sepertiga malam.