Category: Cerpen

Seharusnya Aku Bahagia Malam Itu

Baik-baik saja. Konsep kosong. Segalanya tidak akan berjalan semestinya selama hujan terus menderas. Seperti kenangan yang tidak pernah tandas. Selalu berkelindan. Mungkin menunggu badai bernama penyesalan yang membuatnya kandas. Ayah, Ibu, kekasih. Mereka sama saja. Ada lalu tiada. Tiga tahun aku terus memanggil mereka kala malam tiba, kala segala kesendirian memelukku erat. Tidak, sapuan ombak […]

Read More

Sampaikan Salamku Pada Ayahmu

Aku rela menunggu lama, bila itu artinya aku akan menemukanmu. Aku pernah bilang itu sebelum kamu memutuskan pergi. Persetan dengan waktu. Kamu tidak selamanya menghilang. Aku percaya itu. Mencintai tidak pernah mudah, termasuk melupakanmu. Kamu duduk dengan sedikit gelisah di ruang keluarga—ruang aku mengingat segala kenangan kita. Bicara santai dengan orang tuamu, bercanda dengan adik […]

Read More